Interior Gateway Protokol (IGP) dan Exterior Gateway Protocol (EGP)


Hari ini Saya akan membahas tentang Interior Gateway Protokol (IGP) dan Exterior Gateway Protocol (EGP) pada tugas Jaringan Komputer. Dan langsung saya berkunjung ke rumah " Mbah Google " untuk cari tahu apa itu protokol IGP dan EGP.

Dan Hasilnya Yaitu...
  • Interior Gateway Protokol (IGP) adalah routing protokol yang digunakan dalam suatu sistem otonom (AS). Digunakan untuk routing antar sistem otonom – routing di dalam sistem otonom.
  • Exterior Gateway Protocol (EGP) digunakan untuk routing antar sistem otonom – routing antara sistem otonom. Sebaliknya sebuah Exterior Gateway Protocol (EGP) adalah untuk menentukan jaringan reachability antara sistem otonom dan menggunakan IGPs untuk menyelesaikan rute dalam sebuah AS. 

  • Interior gateway protokol dapat dibagi menjadi dua kategori:
    1) Jarak-vector routing protokol
    2) Link-negara routing protokol.

    Jenis Interior gateway protokol

    Jarak-vector routing protokol
    Mereka menggunakan raja-Ford algoritma untuk menghitung path. Jarak di-vector routing protokol setiap router tidak memiliki informasi lengkap tentang topologi jaringan. Ini iklan yang jauh dari orang lain dan menerima iklan yang sama dari orang lain. Menggunakan routing iklan ini setiap router populates dengan tabel routing. Pada siklus berikutnya iklan, sebuah router iklan informasi dari tabel routing. Proses ini terus berlanjut sampai tabel routing setiap router memusatkan untuk nilai stabil. 

 Karakteristik Protokol Routing IGP dan EGP

IGP digunakan untuk routing dalam satu domain routing, jaringan-jaringan itu berada dalam kontrol dari satu organisasi. Sistem otonom umumnya terdiri dari banyak jaringan individu milik perusahaan, sekolah, dan lembaga lainnya. Sebuah IGP digunakan untuk rute dalam sistem otonom, dan juga digunakan untuk rute dalam jaringan individu sendiri. Sebagai contoh, CENIC mengoperasikan sistem otonom terdiri dari sekolah, akademi, dan universitas California. CENIC menggunakan IGP untuk rute dalam sistem otonom dalam rangka untuk menghubungkan semua lembaga tersebut. Setiap lembaga pendidikan juga menggunakan IGP mereka sendiri memilih untuk rute dalam jaringan individu sendiri. IGP yang digunakan oleh setiap entitas menyediakan penentuan jalur terbaik dalam domain routing sendiri, seperti IGP yang digunakan oleh CENIC menyediakan rute jalan terbaik dalam sistem otonom itu sendiri. IGP untuk IP antara lain RIP, IGRP, EIGRP, OSPF, dan IS-IS.

Protokol routing, dan lebih khusus algoritma yang digunakan oleh protokol routing, menggunakan metrik untuk menentukan jalur terbaik ke jaringan. Metrik yang digunakan oleh routing protokol RIP adalah hop count, yang merupakan jumlah router yang harus melintasi sebuah paket dalam mencapai jaringan lain. OSPF menggunakan bandwidth untuk menentukan jalur terpendek.
EGP di sisi lain, dirancang untuk digunakan antara sistem otonomi yang berbeda yang berada di bawah kontrol administrasi yang berbeda. BGP adalah EGP satu-satunya saat ini dan merupakan protokol routing yang digunakan oleh Internet. BGP adalah protokol vektor jalan yang dapat menggunakan atribut yang berbeda untuk mengukur rute. Pada tingkat ISP, ada banyak masalah yang lebih penting dari sekedar memilih jalan tercepat. BGP biasanya digunakan antara ISP dan kadang-kadang antara perusahaan dan ISP. BGP bukan bagian dari kursus ini atau CCNA, melainkan tercakup dalam CCNP.
 
Routing adalah suatu proses memindahkan data dari satu network ke network lainnya. Awalnya ketika belajar tentang protocol routing saya tidak terlalu mempedulikan istilah interior dan eksterior routing protocol. Namun lama kelamaan saya risih juga karena istilah itu seringkali disebut pada pembahasan tiap protocol routing. Selain itu hal lain yang membuat saya tertarik untuk membreakdown dua istilah ini adalah karena saya pernah ditanya oleh salah satu rekan mengenai alasan pemakaian BGP daripada OSPF. Dan ternyata selidik punya selidik OSPF itu masuk dalam kategori IGP sedangkan BGP masuk kategori EGP. Baiklah, mari kita breakdown perbedaan antara keduanya : 

Interior Gateway Protocol (IGP)
Exterior Gateway Protocol (EGP)
Dalam sebuah single autonomous system (AS) Antara autonomous system (AS) yang berbeda
Memiliki single network administration Memiliki entitas administrasi yang independen
Pertukaran informasi routing dilakukan antar host dalam sebuah autonomous system atau sebuah routing domain Pertukaran informasi routing bisa dilakukan antar host pada dua buah autonomous system (AS) yang berbeda
IGP dibagi menjadi dua kategori :
  • Distance Vector Protocol
    • Routing Information Protocol (RIP)
    • Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
  • LinkStateProtocol
    • Open shortest-path first (OSPF)
    • Intermediate System to Intermediate System (IS-IS)
Contoh protocol nya adalah BGP


Keuntungan dan Kerugian Routing Dinamis

Keuntungan Routing Dinamis:
  • Administrator memiliki lebih sedikit pekerjaan menangani konfigurasi saat menambahkan atau menghapus jaringan.
  • Protokol secara otomatis bereaksi terhadap perubahan topologi.
  • Konfigurasi kurang rawan kesalahan.
  • Lebih terukur, bertumbuhnya jaringan biasanya tidak menimbulkan masalah.
Kelemahan Routing Dinamis:
  • Sumberdaya Router digunakan (siklus CPU, memori dan bandwidth link).
  • Pengetahuan lebih administrator diperlukan untuk konfigurasi, verifikasi, dan pemecahan masalah.
Previous
Next Post »